Penggemar


Breaking News

Senin, 08 Oktober 2012

Konsep Dasar Manajamen IT dalam Insourcing serta Outsourcing


1.       Konsep Dasar
Di dalam manajemen proyek terdapat bagian-bagian penyusun konsep kerja (frameworks) yang digunakan untuk memahami konsep manajemen proyek secara keseluruhan sebagai berikut:
  •  Manajemen integrasi (bagian-bagian) dalam proyek (integration  management);
  •  Manajemen ruang lingkup proyek (scope management);
  •  Manajemen waktu proyek (time management);
  •  Manajemen biaya proyek (financial management);
  •  Manajemen kualitas proyek (quality management;
  •  Manajemen SDM proyek (human resource management;
  •  Manajemen komunikasi dalam proyek (communication management);
  •  Manajemen risiko dalam proyek (risk management);
  • Manajemen sumberdaya dari luar organisasi yang menunjang pelaksanaan proyek (procurement management), dikenal juga dengan sebutan outsourcing atau detasering.


Silakan di download
Diagram Manajemen Proyek

KOMENTAR :
Kebanyakan besar dalam semua Proyek IT hanya lebih folus pada Manajemen biaya, manajamen waktu dan manajemen SDM, jadi keberhasilan sebuah Proyek IT kurang bisa dinilai sempurna karena tidak mengindahkan konsep-konsep dasar (kerangka framework) Proyek IT yang sebenarnya.

SUMBER :
Referensi Buku Diktat-Total Manajemen Proyek halaman 14

2.       Jelaskan perbedaan insourcing dan outsourcing dalam proyek IT, beserta contoh masing-masing
Outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya. Outsourcing TI atau pengadaan sarana dan jasa TI oleh pihak ketiga merupakan kebijakan strategis perusahaan yang berpengaruh terhadap proses bisnis dan bentuk dukungan TI yang akan diperoleh.
Beberapa tugas di area IT yang dapat dioutsource antara lain : Network Maintenance, Help Desk, System Integration etc…!!!
Melalui outsourcing, perusahaan dapat membeli sistem informasi yang sudah tersedia, atau sudah dikembangkan oleh perusahaan outsourc. Perusahaan juga dapat meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi sistem yang sudah ada.  Perusahaan juga dapat membeli software dan meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi software tersebut sesuai keinginan perusahaan. Dan juga lewat outsourcing perusahaan dapat meminta untuk mengembangkan sistem informasi yang benar-benar baru atau pengembangan dari dasar.
Pendekatan in-sourcing merupakan kebalikan dari out-sourcing. Jika out-sourcing melimpahkan pengerjaan proyek pada pihak ketika, in-sourcing mengembangan proyek dengan memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan tersebut. Contohnya perusahaan tekstil dari Jepang membuka perusahaan di Indonesia dengan alasan karena gaji orang Indonesia dapat lebih rendah dari gaji pegawai Jepang. Pada kasus ini perusahaan di Jepang melakukan out-sourcing sedangkan perusahaan Jepang yang ada di Indonesia melakukan in-sourcing.
KOMENTAR :
Jika status sebuah karyawan belum ada ikatan permanent/staff, saya rasa sistem outsorcing ataupun insourcing masih sedikit kurang menguntungkan bagi karyawan itu sendiri, sebut saja untuk masalah Tunjangan Kesehatan dan Karir yang kadang tidak jelas dan terarah jika dibandingkan dengan staff/karyawan
SUMBER :

 3.       Jelaskan proyek dari insourcing dan outsourcing dalam hal lingkup IT
·         Selective Sourcing, Dalam artian sekitar 20 – 30% dari IT Budget dapat dialokasikan untuk Outsourcing. Sisanya untuk kebutuhan internal. Selective Sourcing ini lebih sukses daripada Total Insourcing (lebih dari 80% untuk alokasi internal) ataupun Total Outsourcing, dimana lebih 80% IT Budget untuk perusahaan lain.
·         Short Term-Contract, Banyak kasus yang merenegosiasi terkait dengan long-term contract. Lacity menunjukkan seperti kasus Enron yang punya 7-years contract dengan EDS senilai USD 2 billion merenegosiasi contract setelah 3 tahun. Demikian pula Xerox dengan EDS, 10-years contract senilai USD 3.2 billion juga direnegosiasi setelah berjalan 2 tahun. Dan masih banyak contoh lain yang kalo tidak renegosiasi atau terminated IT contracts.
·         IT Outsourcing yang sukses dilakukan dengan kolaborasi antara Senior Executives dan IT Manager. Hal ini menyangkut suatu kebutuhan antara ‘political power’ dan ‘technical skills’. Jika hanya menjadi IT Manager ataupun Senior Executives saja.
KOMENTAR :
Untuk proyek outsorcing dalam lingkup IT terbagi menjadi 3 seperti yang sudah saya jelaskan di atas, untuk yang proyek insourcing bisa di contohkan seperti hal nya pembangunan infrastruktur jaringan PT.Telkom yang menggunakan jasa anak perusahaan yang masih di bawah naungan PT Telkom itu sendiri
SUMBER :

4.       Jelaskan system perekrutan dari insourcing dan outsourcing dalam lingkup IT
Sistem Perekrutan Tenaga Kerja outsorcing sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sistem perekrutan karyawan pada umumnya. Perbedaannya, karyawan ini direkrut oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, bukan oleh perusahaan yang membutuhkan jasanya secara langsung. Nanti, oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, karyawan akan dikirimkan ke perusahaan lain (klien) yang membutuhkannya.Dalam sistem kerja ini, perusahaan penyedia jasa outsource melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada karyawan. Selanjutnya mereka menagih ke perusahaan pengguna jasa mereka. Karyawan outsourcing biasanya bekerja berdasarkan kontrak, dengan perusahaan penyedia jasa outsourcing, bukan dengan perusahaan pengguna jasa.
Untuk sistem perekrutan tenaga kerja insourcing sebetulnya sistem nya hampir sama, namun yang membedakan biasa nya untuk proses setelah interview yaitu masuk tahap karantina atau training sudah bisa di tempatkan di perusahaan utama, tidak lagi dibebankan ke klien atau anak perusahaan itu sendiri
KOMENTAR :
Baik sistem insourcing ataupun outsorcing untuk sistem perekrutan atau pencarian tenaga kerja baru tidak langsung di pegang oleh perusahaan utama (tempat kerja nya jika diterima nantinya)
SUMBER :

5.       Jelaskan system manajemen waktu insourcing dan outsourcing
Perjanjian kerja antara karyawan outsourcing dengan perusahaan penyedia jasa biasanya mengikuti jangka waktu perjanjian kerjasama antara perusahaan penyedia jasa dengan perusahaan pemberi kerja. Hal ini dimaksudkan apabila perusahaan pemberi kerja hendak mengakhiri kerja samanya dengan perusahaan penyedia jasa, maka pada waktu yang bersamaan, berakhir pula kontrak kerja antara karyawan dengan perusahaan pemberi kerja.
Jika insourcing sama-sama juga menggunakan kontrak kerja, namun untuk kontrak kerjanya lebih panjang durasi nya, dan tidak terlalu detail untuk pengaturan SDM nya karena masih meng-induk ke peraturan Perusahaan.
KOMENTAR :
Perusahaan perlu memperhitungkan beberapa faktor dalam mengelola pengerjaan tersebut seperti faktor waktu, biaya, sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Outsourcing bisa menjadi pilihan bagi sutau perusahaan untuk menyerahkan pekerjaan pengembangan kepada pihak ketiga tetapi perusahaan juga perlu untuk mengerjakan projek tersebut. Tetapi perusahaan juga perlu memasukan tenaga ahli dari pihak perusahaan ke dalam tim outsourcing tersebut. Tujuannya untuk meminimalisir kesalahan yang mungkin dilakukan oleh tim outsourcing.
SUMBER :

6.       Jelaskan kendali mutu insourcing dan outsourcing
a.    Kendali mutu untuk insorcing memiliki keunggulan sebagai berikut :
-       Sistem dapat diatur sesuai dengan kebutuhan perusahaan
-       Proses pengembangan sistem dapat lebih mudah dikelola dan dikontrol
-       Dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif.
-       Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan
-       Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera dilakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut
-       Dokumentasi sistem lebih lengkap
-       Mudah dimodifikasi dan di-maintain karena dilakukan oleh karyawan internl perusahaan
-       Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan
-       Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada
b.    Kendali mutu untuk outsorcing memiliki keunggulan sebagai berikut :
-       Business owner bisa fokus pada core business.
-       Cost and resources reduction.
-       Mempercepat proses adaptasi terhadap perubahan bisnis
-       Manajemen SI yang lebih baik, SI dikelola oleh pihak luar yang telah berpengalaman dalam bidangnya, dengan prosedur dan standar operasi yang terus menerus dikembangkan
-       Dapat mengeksploitasi skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.
KOMENTAR :
Dalam membuat keputusan apakah perusahaan akan menggunakan outsourcing daninsourcing tentunya tergantung dari kondisi perusahaan dilihat dari keuntungan dan kerugian yang diterima bila perusahaan memilih salah satu dari dua pendekatan tersebut. Kedua pendekatan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sebenarnya tidak bisa dikatakan mana yang lebih baik dan mana yang buruk, tapi kebijakan memilih pendekatan itu tergantung pada situasi perusahaan. Ada pula perusahaan yang tidak hanya menggunakan satu pendekatan, namun dua pendekatan sekaligus digunakan.
SUMBER :
  
7.       Jelaskan tingkat kepercayaan dari insourcing dan outsourcing
a.    Tingkat Kepercayaan Karyawan Outsorcing dapat diperinci sebagai berikut :
-       Ketidakpastian status ketenagakerjaan dan ancaman PHK bagi tenaga kerja. (Sumber: www.hukumonline.com)
-       Perbedaan perlakuan Compensation andBenefit antara karyawan internal dengan karyawan outsource. (Sumber: “Outsourcing, Pro dan Kontra” http://recruitmentindonesia.wordpress.com)
-       Career Path di outsourcing seringkali kurang terencana dan terarah.

b.    Tingkat Kepercayaan Karyawan Outsorcing dapat diperinci sebagai berikut :
-       Sistem ketenagakerjaan membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien
-       Belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date)
-       Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan
-       Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka
KOMENTAR :
Pelaksanaan outsourcing system informasi, secara umum merupakan pilihan yang baik. Terlepas dari pendapat tentang pelaksanaan outsourcing itu sendiri. Akan tetapi, jika dilihat dari sisi focus bisnis dan akses terhadap teknologi terbaru dan best practicenya, maka penerapan outsourcing adalah solusi terbaik dari pengembangan system informasi. Penggunaan outsourcing juga bukan pilihan yang bebas resiko. Ketika menggunakan outsourcing maka secara tidak langsung perusahaan harus bersiap dengan kemungkinan pengendalian system yang dialihkan serta pemilihan vendor outsource yang memiliki kapabilitas dan kompetensi yang memadai.
SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

sing rumangsa bisa satemene bodho andhap asor jejere wong ngerti Jadilah seseorang dengan Ilmu Padi Semakin Berisi, Semakin Menunduk

Links

Future Video

Slider

Designed By