1. Konsep Dasar
Di dalam manajemen proyek terdapat bagian-bagian
penyusun konsep kerja (frameworks)
yang digunakan untuk memahami konsep manajemen proyek secara keseluruhan
sebagai berikut:
- Manajemen integrasi (bagian-bagian) dalam proyek (integration management);
- Manajemen ruang lingkup proyek (scope
management);
- Manajemen waktu proyek (time management);
- Manajemen biaya proyek (financial
management);
- Manajemen kualitas proyek (quality
management;
- Manajemen SDM proyek (human resource
management;
- Manajemen komunikasi dalam proyek (communication management);
- Manajemen risiko dalam proyek (risk
management);
- Manajemen sumberdaya dari luar organisasi yang menunjang pelaksanaan proyek (procurement management), dikenal juga dengan sebutan outsourcing atau detasering.
| Diagram Manajemen Proyek |
KOMENTAR :
Kebanyakan besar dalam semua Proyek IT hanya lebih
folus pada Manajemen biaya, manajamen waktu dan manajemen SDM, jadi
keberhasilan sebuah Proyek IT kurang bisa dinilai sempurna karena tidak
mengindahkan konsep-konsep dasar (kerangka framework) Proyek IT yang
sebenarnya.
SUMBER :
Referensi Buku
Diktat-Total Manajemen Proyek halaman 14
Outsourcing merupakan penyerahan
tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun
pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan
jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan
proyeknya. Outsourcing TI atau pengadaan sarana dan jasa TI
oleh pihak ketiga merupakan kebijakan strategis perusahaan yang berpengaruh
terhadap proses bisnis dan bentuk dukungan TI yang akan diperoleh.
Beberapa tugas di
area IT yang dapat dioutsource antara lain : Network Maintenance, Help Desk,
System Integration etc…!!!
Melalui outsourcing, perusahaan dapat membeli
sistem informasi yang sudah tersedia, atau sudah dikembangkan oleh
perusahaan outsourc. Perusahaan juga dapat meminta perusahaan outsource untuk
memodifikasi sistem yang sudah ada. Perusahaan juga dapat membeli software dan
meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi software tersebut
sesuai keinginan perusahaan. Dan juga lewat outsourcing perusahaan
dapat meminta untuk mengembangkan sistem informasi yang benar-benar baru atau
pengembangan dari dasar.
Pendekatan in-sourcing merupakan
kebalikan dari out-sourcing. Jika out-sourcing melimpahkan
pengerjaan proyek pada pihak ketika, in-sourcing mengembangan
proyek dengan memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan
tersebut. Contohnya perusahaan tekstil dari Jepang membuka perusahaan di
Indonesia dengan alasan karena gaji orang Indonesia dapat lebih rendah dari
gaji pegawai Jepang. Pada kasus ini perusahaan di Jepang melakukan out-sourcing sedangkan
perusahaan Jepang yang ada di Indonesia melakukan in-sourcing.
KOMENTAR :
Jika
status sebuah karyawan belum ada ikatan permanent/staff, saya rasa sistem
outsorcing ataupun insourcing masih sedikit kurang menguntungkan bagi karyawan
itu sendiri, sebut saja untuk masalah Tunjangan Kesehatan dan Karir yang kadang
tidak jelas dan terarah jika dibandingkan dengan staff/karyawan
SUMBER :
·
Selective
Sourcing, Dalam artian sekitar 20 – 30% dari IT Budget dapat dialokasikan untuk
Outsourcing. Sisanya untuk kebutuhan internal. Selective Sourcing ini lebih
sukses daripada Total Insourcing (lebih dari 80% untuk alokasi internal)
ataupun Total Outsourcing, dimana lebih 80% IT Budget untuk perusahaan lain.
·
Short
Term-Contract, Banyak kasus yang merenegosiasi terkait dengan long-term
contract. Lacity menunjukkan seperti kasus Enron yang punya 7-years contract
dengan EDS senilai USD 2 billion merenegosiasi contract setelah 3 tahun.
Demikian pula Xerox dengan EDS, 10-years contract senilai USD 3.2 billion juga
direnegosiasi setelah berjalan 2 tahun. Dan masih banyak contoh lain yang kalo tidak
renegosiasi atau terminated IT contracts.
·
IT
Outsourcing yang sukses dilakukan dengan kolaborasi antara Senior Executives
dan IT Manager. Hal ini menyangkut suatu kebutuhan antara ‘political
power’ dan ‘technical skills’. Jika hanya menjadi IT Manager ataupun Senior
Executives saja.
KOMENTAR :
Untuk
proyek outsorcing dalam lingkup IT terbagi menjadi 3 seperti yang sudah saya
jelaskan di atas, untuk yang proyek insourcing bisa di contohkan seperti hal
nya pembangunan infrastruktur jaringan PT.Telkom yang menggunakan jasa anak
perusahaan yang masih di bawah naungan PT Telkom itu sendiri
SUMBER :
4. Jelaskan system perekrutan dari insourcing
dan outsourcing dalam lingkup IT
Sistem Perekrutan Tenaga Kerja outsorcing sebenarnya tidak jauh
berbeda dengan sistem perekrutan karyawan pada umumnya. Perbedaannya, karyawan
ini direkrut oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, bukan oleh perusahaan yang
membutuhkan jasanya secara langsung. Nanti, oleh perusahaan penyedia tenaga jasa,
karyawan akan dikirimkan ke perusahaan lain (klien) yang membutuhkannya.Dalam
sistem kerja ini, perusahaan penyedia jasa outsource melakukan pembayaran
terlebih dahulu kepada karyawan. Selanjutnya mereka menagih ke perusahaan
pengguna jasa mereka. Karyawan outsourcing biasanya bekerja berdasarkan
kontrak, dengan perusahaan penyedia jasa outsourcing, bukan dengan perusahaan
pengguna jasa.
Untuk sistem perekrutan tenaga kerja insourcing sebetulnya
sistem nya hampir sama, namun yang membedakan biasa nya untuk proses setelah
interview yaitu masuk tahap karantina atau training sudah bisa di tempatkan di
perusahaan utama, tidak lagi dibebankan ke klien atau anak perusahaan itu
sendiri
KOMENTAR :
Baik
sistem insourcing ataupun outsorcing untuk sistem perekrutan atau pencarian
tenaga kerja baru tidak langsung di pegang oleh perusahaan utama (tempat kerja
nya jika diterima nantinya)
SUMBER :
5. Jelaskan system manajemen waktu insourcing
dan outsourcing
Perjanjian
kerja antara karyawan outsourcing dengan perusahaan penyedia jasa biasanya
mengikuti jangka waktu perjanjian kerjasama antara perusahaan penyedia jasa
dengan perusahaan pemberi kerja. Hal ini dimaksudkan apabila perusahaan pemberi
kerja hendak mengakhiri kerja samanya dengan perusahaan penyedia jasa, maka
pada waktu yang bersamaan, berakhir pula kontrak kerja antara karyawan dengan
perusahaan pemberi kerja.
Jika
insourcing sama-sama juga menggunakan kontrak kerja, namun untuk kontrak
kerjanya lebih panjang durasi nya, dan tidak terlalu detail untuk pengaturan
SDM nya karena masih meng-induk ke peraturan Perusahaan.
KOMENTAR :
Perusahaan
perlu memperhitungkan beberapa faktor dalam mengelola pengerjaan tersebut
seperti faktor waktu, biaya, sumber daya manusia, dan lain sebagainya.
Outsourcing bisa menjadi pilihan bagi sutau perusahaan untuk menyerahkan
pekerjaan pengembangan kepada pihak ketiga tetapi perusahaan juga perlu untuk
mengerjakan projek tersebut. Tetapi perusahaan juga perlu memasukan tenaga ahli
dari pihak perusahaan ke dalam tim outsourcing tersebut. Tujuannya untuk
meminimalisir kesalahan yang mungkin dilakukan oleh tim outsourcing.
SUMBER :
6. Jelaskan kendali mutu insourcing dan
outsourcing
a.
Kendali mutu untuk insorcing memiliki keunggulan
sebagai berikut :
-
Sistem dapat diatur sesuai dengan kebutuhan
perusahaan
-
Proses pengembangan sistem dapat lebih mudah
dikelola dan dikontrol
-
Dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif.
-
Biaya pengembangannya relatif lebih rendah
karena hanya melibatkan pihak perusahaan
-
Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera
direalisasikan dan dapat segera dilakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem
tersebut
-
Dokumentasi sistem lebih lengkap
-
Mudah dimodifikasi dan di-maintain karena
dilakukan oleh karyawan internl perusahaan
-
Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang
diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut keamanan
data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan
-
Sistem informasi yang dikembangkan dapat
diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada
b.
Kendali mutu untuk outsorcing memiliki
keunggulan sebagai berikut :
-
Business owner bisa fokus pada core
business.
-
Cost and resources reduction.
-
Mempercepat proses adaptasi terhadap perubahan
bisnis
-
Manajemen SI yang lebih baik, SI dikelola oleh
pihak luar yang telah berpengalaman dalam bidangnya, dengan prosedur dan
standar operasi yang terus menerus dikembangkan
-
Dapat mengeksploitasi skill dan kepandaian yang
berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang
diinginkan.
KOMENTAR
:
Dalam
membuat keputusan apakah perusahaan akan menggunakan outsourcing daninsourcing tentunya
tergantung dari kondisi perusahaan dilihat dari keuntungan dan kerugian yang
diterima bila perusahaan memilih salah satu dari dua pendekatan tersebut. Kedua
pendekatan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sebenarnya tidak
bisa dikatakan mana yang lebih baik dan mana yang buruk, tapi kebijakan memilih
pendekatan itu tergantung pada situasi perusahaan. Ada pula perusahaan yang
tidak hanya menggunakan satu pendekatan, namun dua pendekatan sekaligus
digunakan.
SUMBER
:
7. Jelaskan tingkat kepercayaan dari
insourcing dan outsourcing
a.
Tingkat Kepercayaan Karyawan Outsorcing dapat diperinci
sebagai berikut :
-
Ketidakpastian status ketenagakerjaan dan
ancaman PHK bagi tenaga kerja. (Sumber: www.hukumonline.com)
-
Perbedaan
perlakuan Compensation andBenefit antara karyawan internal
dengan karyawan outsource. (Sumber: “Outsourcing, Pro dan Kontra”
http://recruitmentindonesia.wordpress.com)
-
Career
Path di outsourcing seringkali kurang terencana dan terarah.
b.
Tingkat Kepercayaan Karyawan Outsorcing dapat
diperinci sebagai berikut :
-
Sistem ketenagakerjaan membutuhkan waktu yang
lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin
sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien
-
Belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi
dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih
(tidak up to date)
-
Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator
dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan
-
Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk
mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core
competency pekerjaan mereka
KOMENTAR
:
Pelaksanaan
outsourcing system informasi, secara umum merupakan pilihan yang baik. Terlepas
dari pendapat tentang pelaksanaan outsourcing itu sendiri. Akan tetapi, jika
dilihat dari sisi focus bisnis dan akses terhadap teknologi terbaru dan best
practicenya, maka penerapan outsourcing adalah solusi terbaik dari pengembangan
system informasi. Penggunaan outsourcing juga bukan pilihan yang bebas resiko.
Ketika menggunakan outsourcing maka secara tidak langsung perusahaan harus
bersiap dengan kemungkinan pengendalian system yang dialihkan serta pemilihan
vendor outsource yang memiliki kapabilitas dan kompetensi yang memadai.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar